PDA

View Full Version : Kurangi kecanduan smartphone dengan metode yang satu ini


MasMasGenits
23rd April 2016, 09:22 AM
Selamat datang para Agan - agan yang ganteng serta Aganwati - aganwati yang cantik

http://s.kaskus.id/images/smilies/smilies_fb5ohtxkkci6.gif
<div class="spoiler">Spoiler for Greeting:
<div id="bbcode_spoiler_content" style="margin: 0px; padding: 6px; border: 1px solid #CCC;background: #EEE;color:#000;"><div class="content_spoiler_571adc5c23962" id="bbcode_inside_spoiler" style="display: none;background: #EEE;">
http://s.kaskus.id/images/2016/04/05/8611419_20160405042953.jpg


<div class="spoiler">Spoiler for Permasalahan yang ane temukan sehari - hari:
<div id="bbcode_spoiler_content" style="margin: 0px; padding: 6px; border: 1px solid #CCC;background: #EEE;color:#000;"><div class="content_spoiler_571adc5c24485" id="bbcode_inside_spoiler" style="display: none;background: #EEE;">
Smartphone everywhere! Smartphone invasion! atau apalah istilahnya ane juga gak tau banyak tentang istilah - istilah seperti itu. Tapi yang pasti ane mulai merasakan sebuah 'serangan' yang lebih mengerikan dari serangan Alien atau semacamnya. Gimana gak 'ngeri' gan, ane mulai merasakan ketidaknyamanan akan perilaku masyarakat yang kecanduan smartphone (lebih tepatnya stupidphone buat ane).



Awalnya ane juga cuek sih Gan akan fenomena ini, ane anggap semua ini wajar - wajar aja sampai pada 2 atau 3 tahun belakangan ini ada 2 kejadian yang bikin ane 'mak jleb' karena ini terjadi di kalangan keluarga ane sendiri. To the point aja begini kejadiannya :


Spoiler for Kejadian 1 : Kejadian 'ngaco' di nikahan adik kandung ane:

<span style="display:block; text-align:left;">Kejadian ini terjadi akhir tahun 2013 tepatnya bulan November 2013 di Bali, pada waktu itu adik kandung ane menikah dan semua keluarga dan kerabat dari ortu gue diundang ... bisa dibilang pestanya sangat meriah Gan. Ane yang dateng waktu itu juga menyempatkan diri untuk silaturahmi sambil kumpul - kumpul bareng sepupu - sepupu ane yang (dulunya) ane sering ajak 'ngaco' bareng. Awalnya ane ngerasa happy aja Gan, gak ada bayangan kalo ane bakal ngerasain kekecewaan yang bener - bener 'mak jleb' pada saat itu.



Ceritanya dimulai saat acara makan - makan sama keluarga, jadi semua keluarga dekat dari kedua ortu gue, gue ajak buat ngumpul di satu meja yang emang sengaja gue siapin buat mereka semua ... ya maklumlah gue pengen merasakan kebersamaan saat waktu masih kecil sampai sebelum lulus SMA sama mereka (pendek kata, pengen bernostalgila hehehe..) tapi apa yang terjadi saat mereka berkumpul? ilustrasinya kurang lebih kaya gini lah gan (hmmmmb sebenernya lebih parah sih menurut ane)
Spoiler for Ilustrasi:

http://s.kaskus.id/images/2016/04/05/8611419_20160405051131.jpg




Kejadian ini terus terang baru - baru aja terjadi sekitar satu setengah bulan lalu dan masih 'fresh from the oven' ... (emang roti). kejadiannya itu dilakukan sama anak ane sendiri Gan ... http://ceri.ws/smilies/small_capedech.gif

Ceritanya waktu itu hari sabtu dan ane pulang kantor lebih awal (sekitar jam 3 sore), sampai di rumah kira - kira jam setengah 4an sore lah Gan. Waktu itu ane kebagian 'tugas' buat ngajak anak ane jalan - jalan sambil nyuapin makan hehehehehe (ayah yang baik kan?). Waktu itu ane masih punya kebiasaan buruk yaitu suka bawa Tab ane kemana - mana. Tujuannya waktu itu sih biar ane gak loss target penjualan tapi ternyata tanpa ane sadari kebiasaan ane itu berpengaruh buruk sama anak ane yang waktu itu usianya belum genap 1 tahun.

Waktu itu selesai ane nyuapin anak ane makan ane kumpul - kumpul sama tetangga - tetangga ane yang kebetulan punya anak sebaya. Waktu kumpul - kumpul ini entah kenapa anak ane tiba - tiba rewel dan ane spontan aja ngasi Tab ane ke dia. Abis itu ane ngelanjutin ngobrol lagi sama tetangga ane dan tiba - tiba 'Mak Jleb' .... sebuah aplikasi android berisi lagu dan dongeng anak - anak tiba - tiba udah ke-play aja aja Gan.

Ane sontak kaget, Anak ane umurnya belum genap setaun waktu itu, dia belum mengenal angka, huruf dan pola (perasaan ane mulai gak enak disini) tapi kok bisa ni anak buka passkey? bisa tau shortcut aplikasi lagu anak - anak yang setiap hari dia dengerin? padahal ane gak pernah arahin anak ane untuk buka kaya begitu sama sekali. Tetangga ane malah muji anak ane kaya gini "Wihhhh belum genap setahun udah pinter main HP ya..." dalam hati ane "Pinter gigi lu.....". Disini ane merasakan kekhawatiran yang sangat terhadap 'invasi' si stupidphone / gadget ini. Ane sampai susah tidur beberapa hari ngebayangin kalo anak ane klo udah gede bakalan jadi 'gadget freak' atau apalah itu namanya. Beberapa hari kemudian istri ane juga cerita kalo HPnya juga sempet di buka sama Cherry (nama anak ane) padahal passwordnya pake pola. dalam hati ..." Edan !!! "

Sejenak ane terdiam, gak bisa ngomong apa - apa. dikepala ane udah kebayang kualitas sosial anak ane nantinya. Waktu itu pikiran ane udah kemana - mana ngebayangin mau jadi apa anak - anak Indonesia (termasuk anak ane didalamnya) kalau komunikasi sosialnya rendah? Apa solusi untuk (minimal) mengurangi efek 'invasi' stupidphone ini?






Yupppp ... berkaca dari dua kejadian tersebut serta mencoba mencari - cari referensi sebanyak - banyaknya tentang kecanduan smartphone ane mendapatkan banyak sekali 'pencerahan' terutama dari 2 artikel yang sangat berharga ini.... silahkan dibaca sendiri aja gan :D
Spoiler for Sumur -Sumur:

https://jalantikus.com/gokil/inilah-...an-smartphone/ (https://jalantikus.com/gokil/inilah-7-tanda-bahwa-kamu-telah-menuhankan-smartphone/)

http://intanrohmayanti.blogspot.co.i...-terhadap.html (http://www.kaskus.co.id/redirect?url=http%3A%2F%2Fintanrohmayanti.blogspot .co.id%2F2014%2F01%2Fanalisis-prilaku-konsumen-terhadap.html)




Ane gak mau kecolongan lagi dan ane bertekad untuk membentuk kualitas diri melalui kualitas komunikasi sosial seperti di jaman ane dulu. Entah kenapa ane terpikir untuk membuat sesuatu yang sebenernya itu simple tapi seolah - olah terlupakan karena 'invasi' stupidphone tadi. Dalam pikiran ane, Manusia itu mahluk yang bisa 'survive' kok, apalagi cuma ngelawan benda mati. Betul gak Gan? Gladiator aja bisa survive waktu ngelawan singa, dimana notabenenya tenaga singa berpuluh kali lipat lebih besar dari tenaga manusia. Ini cuma kotak kecil seiprit, pake baterai lagi ... masa sih kita gak bisa 'control' penggunaanya? kita emang butuh komunikasi tapi bukan komunikasi yang 'lebay' kan?

Nah sebulan lalu ane putuskan untuk mengendalikan perilaku 'gadget freak' ane melalui metode pengendalian No Smartphone Time | No Smartphone Hour | No Smartphone Day ...

Metode simple yang ane terapkan selama 1 bulan ini dan really works buat ane.



http://s.kaskus.id/images/smilies/smilies_fb5ox6pg5o6d.gif





Apa itu No Smartphone Time | No Smartphone Hour | No Smartphone Day ?
<div class="spoiler">Spoiler for Penjelasan:
<div id="bbcode_spoiler_content" style="margin: 0px; padding: 6px; border: 1px solid #CCC;background: #EEE;color:#000;"><div class="content_spoiler_571adc5c23d05" id="bbcode_inside_spoiler" style="display: none;background: #EEE;">
Spoiler for No Smartphone Time:

http://s.kaskus.id/images/2016/04/06/8611419_20160406124257.png

Sebenarnya (cerita) yang ane jelaskan di No Smartphone Time lebih mengarah ke No Smartphone Hour karena di hari pertama pun ane udah melakukan aktifitas di rumah tanpa HP lebih dari satu jam, konsepnya hampir sama Gan kaya diatas tapi untuk yang satu ini rentang waktunya kalau bisa dibuat berjam - jam dari 6 - 10 Jam waktu free setiap hari, paling enggak ada 1 - 3 Jam waktu kita dihabiskan untuk memulai komunikasi secara verbal. Contoh aja nih, menurut Agan, lebih enak COD atau Transaksi Online (yang tanpa rekber tapi... :D) ? Pasti rata - rata Agan akan condong ke COD, ketemuan dimana gitu atau ke toko yang berjualan langsung ... ada plus ada minus-nya sih COD itu cuma pernah gak Agan kepikiran sesuatu 'seribet' COD memberikan kepuasan tersendiri dalam batin? Barang bisa dilihat, di test ditempat dan bisa tawar - tawaran sama penjualnya. Prinsipnya sama dengan COD, coba agan bayangkan kalo Agan lagi nongkrong sambil ngobrol - ngobrol asyik sama temen - temen Agan, Rasanya pasti akan beda kalo ngumpulnya di Grup BBM, WA, Line atau apalah masih banyak lagi dan yang pasti banyak moment - moment yang gak akan agan lupakan saat ngumpul bareng tanpa harus liat HP atau sejenisnya. Coba deh Agan perhatiin anak muda jaman sekarang, kalo interaksi lewat sosmed kaya akrab banget, tapi begitu ketemuan bisa diem berjam -jam kaya patung. Apa itu namanya komunikasi yang berkualitas?



Menurut ane pribadi, dalam 24 Jam, ada jam - jam tertentu dimana ane bisa maksimalkan waktu komunikasi ane dengan orang - orang disekitar ane. Senin - Jum'at ane umumnya pulang jam 7 malam, plus perjalanan kira - kira sampai di rumah jam setengah 8 malam. masih ada waktu sekitar satu setengah jam ke depan untuk ngabisin waktu sama anak dan selebihnya ane pake ngobrol - ngobrol sama istri kalau di total per hari ada sekitar 3 - 4 jam yang ane luangkan untuk anak - bini (pagi sekitar 2 jam + malam sekitar 2 jam). Bagaimana dengan Agan sekalian? Apa waktu Agan masih kurang atau sudah cukup?





Remember! 1 - 3 Hours Quality Time with Your Familiy without Stupidphone





<div class="spoiler">Spoiler for No Smartphone Day:
<div id="bbcode_spoiler_content" style="margin: 0px; padding: 6px; border: 1px solid #CCC;background: #EEE;color:#000;"><div class="content_spoiler_571adc5c23ee4" id="bbcode_inside_spoiler" style="display: none;background: #EEE;">