SukaGitudeh
21st April 2016, 10:50 AM
Jadi Destinasi Wisata Keren, Ini Dia Orang yang Mendirikan Cirebon
Fitraya Ramadhanny - detikTravel - Selasa, 09/02/2016 08:20 WIB
http://s.kaskus.id/images/2016/02/09/7631152_20160209084430.jpg
Bangunan masjid dan makam Mbah Kuwu Cirebon (Fitraya/detikTravel)
Di dalamnya ada sebuah rumah yang merupakan gabungan antara masjid, makam dan tempat istirahat peziarah yang dipisahkan antara pengunjung pria dan wanita. Di sini saya berjumpa juru kunci bernama Sujai Abdullah yang baru saja mengantar wisatawan dari Brebes berziarah.
"Pangeran Cakrabuana nama kecilnya adalah Walang Sungsang, dia anak Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi," kata Sujai memulai obrolan. Itu menjelaskan kenapa ada patung harimau yang merupakan ikon Kerajaan Pajajaran.
Pangeran Cakrabuana meninggalkan ayahnya yang Hindu untuk belajar agama Islam, kemudian membuka pemukiman baru di daerah pesisir. Itulah sebabnya dia mendapatkan nama Mbah Kuwu alias kepala desa, karena pemukiman itu awalnya adalah sebuah desa yang berinduk ke Pajajaran.
"Mbah Kuwu itu nggak seperti bangsawan. Dia malah lebih dikenal sebagai pedagang cai rebon, air perasan udang (bumbu petis-red). Dari situlah lahir nama Kota Cirebon," ungkap Sujai.
Hari bersejarah dimana Mbah Kuwu Cirebon membuka pemukiman baru itu dijadikan sebagai hari lahir Kota Cirebon yaitu tepat pada tanggal 1 Muharram. Umur Cirebon menurut versi Pemda adalah 646 tahun, namun beberapa sejarawan menyebut umur kota ini adalah 587 tahun merujuk pada pembukaan hutan menjadi pemukiman pada 1 Muharram 849 Hijriyah.
http://s.kaskus.id/images/2016/02/09/7631152_20160209084535.jpg
Para wisatawan peziarah sedang beristirahat (Fitraya/detikTravel)
Menurut Sujai, lambat laun makam Mbah Kuwu menjadi objek wisata religi di Cirebon, selain Masjid Agung Sang Cipta Rasa dan Makam Sunan Gunung Jati. Area parkir diperluas untuk wisatawan dan ada masjid baru untuk pengunjung. Sebelumnya sudah dibangun akses jalan baru yang lebih lebar dari Jl Ir Soekarno menuju lokasi.
"Kalau wisatawan dalam negeri sih dari seluruh Indonesia. Kalau wisatawan luar negeri dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam. Kemarin ada 4 turis Jepang dibawa pemandunya ke sini," kata Sujai.
Cara ke sana:
Wisatawan dari Cirebon kota bisa menuju Jl Raya Sumber-Cirebon sampai perempatan pabrik air mineral Mountoya. Dari situ belok kiri ke Jl Raya Ir Soekarno. Lihat petunjuk arah Wisata Religi Mbah Kuwu Cirebon dan ikuti jalan di samping sungai irigasi sampai ke lokasi.
Siapa sangka, desa kecil tempat orang membeli petis ratusan tahun silam itu kini menjelma menjadi destinasi wisata yang menarik di Jawa Barat. Ssst, asal tahu saja, wisatawan masih bisa membeli petis udang di aneka toko oleh-oleh Cirebon. Sebuah tradisi yang dimulai dari sang pendiri kota, Mbah Kuwu Cirebon. (fay/fay)
Spoiler for sumur:
http://travel.detik.com/read/2016/02/09/082000/3137245/1519/jadi-destinasi-wisata-keren-ini-dia-orang-yang-mendirikan-cirebon
tebak2 siapa yg paling seneng kalo orang2 pada ke sono :hammer2:</div></div></div>
Fitraya Ramadhanny - detikTravel - Selasa, 09/02/2016 08:20 WIB
http://s.kaskus.id/images/2016/02/09/7631152_20160209084430.jpg
Bangunan masjid dan makam Mbah Kuwu Cirebon (Fitraya/detikTravel)
Di dalamnya ada sebuah rumah yang merupakan gabungan antara masjid, makam dan tempat istirahat peziarah yang dipisahkan antara pengunjung pria dan wanita. Di sini saya berjumpa juru kunci bernama Sujai Abdullah yang baru saja mengantar wisatawan dari Brebes berziarah.
"Pangeran Cakrabuana nama kecilnya adalah Walang Sungsang, dia anak Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi," kata Sujai memulai obrolan. Itu menjelaskan kenapa ada patung harimau yang merupakan ikon Kerajaan Pajajaran.
Pangeran Cakrabuana meninggalkan ayahnya yang Hindu untuk belajar agama Islam, kemudian membuka pemukiman baru di daerah pesisir. Itulah sebabnya dia mendapatkan nama Mbah Kuwu alias kepala desa, karena pemukiman itu awalnya adalah sebuah desa yang berinduk ke Pajajaran.
"Mbah Kuwu itu nggak seperti bangsawan. Dia malah lebih dikenal sebagai pedagang cai rebon, air perasan udang (bumbu petis-red). Dari situlah lahir nama Kota Cirebon," ungkap Sujai.
Hari bersejarah dimana Mbah Kuwu Cirebon membuka pemukiman baru itu dijadikan sebagai hari lahir Kota Cirebon yaitu tepat pada tanggal 1 Muharram. Umur Cirebon menurut versi Pemda adalah 646 tahun, namun beberapa sejarawan menyebut umur kota ini adalah 587 tahun merujuk pada pembukaan hutan menjadi pemukiman pada 1 Muharram 849 Hijriyah.
http://s.kaskus.id/images/2016/02/09/7631152_20160209084535.jpg
Para wisatawan peziarah sedang beristirahat (Fitraya/detikTravel)
Menurut Sujai, lambat laun makam Mbah Kuwu menjadi objek wisata religi di Cirebon, selain Masjid Agung Sang Cipta Rasa dan Makam Sunan Gunung Jati. Area parkir diperluas untuk wisatawan dan ada masjid baru untuk pengunjung. Sebelumnya sudah dibangun akses jalan baru yang lebih lebar dari Jl Ir Soekarno menuju lokasi.
"Kalau wisatawan dalam negeri sih dari seluruh Indonesia. Kalau wisatawan luar negeri dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam. Kemarin ada 4 turis Jepang dibawa pemandunya ke sini," kata Sujai.
Cara ke sana:
Wisatawan dari Cirebon kota bisa menuju Jl Raya Sumber-Cirebon sampai perempatan pabrik air mineral Mountoya. Dari situ belok kiri ke Jl Raya Ir Soekarno. Lihat petunjuk arah Wisata Religi Mbah Kuwu Cirebon dan ikuti jalan di samping sungai irigasi sampai ke lokasi.
Siapa sangka, desa kecil tempat orang membeli petis ratusan tahun silam itu kini menjelma menjadi destinasi wisata yang menarik di Jawa Barat. Ssst, asal tahu saja, wisatawan masih bisa membeli petis udang di aneka toko oleh-oleh Cirebon. Sebuah tradisi yang dimulai dari sang pendiri kota, Mbah Kuwu Cirebon. (fay/fay)
Spoiler for sumur:
http://travel.detik.com/read/2016/02/09/082000/3137245/1519/jadi-destinasi-wisata-keren-ini-dia-orang-yang-mendirikan-cirebon
tebak2 siapa yg paling seneng kalo orang2 pada ke sono :hammer2:</div></div></div>