PDA

View Full Version : Wisata Dan Belajar Sejarah ke Hotel-hotel Tua Di Indonesia


BudiSuratomo
15th April 2016, 09:47 AM
<span style="display:block; text-align:center;">http://img109.imageshack.us/img109/9813/welcometomythread.jpg</div></div></div>


Quote:Hampir di setiap kota-kota besar di Indonesia berdiri hotel-hotel tua yang umurnya melebihi usia republik ini ada. Yup, dibangun sewaktu kolonialis Belanda masih berkuasa penuh di Nusantara, dibawah ini ada beberapa hotel yang sangat tua di Indonesia yang mungkin bisa Anda kunjungi apabila ingin melihat bentuk rupa peninggalan sejarahnya yang masih tersisa

Quote:1. Hotel Pelangi
Spoiler for Hotel 1:
http://img708.imageshack.us/img708/7297/hotel1m.jpg



Quote:Masih di Malang, lanjut lagi ke hotel yang bernama Hotel Splendid Inn. Arsitektur dari gedung yang dibangun pada 1924-1930 ini bergaya Nieuwe Bouwen (berbentuk kubus dan atap lurus) membuat bangunan ini masih kokoh berdiri sampai sekarang. Banyak turis asing dari Belanda yang bernostalgia di tempat ini. Fasilitas yang ada pun relatif sama dengan hotel-hotel berbintang, sehingga sesuai dengan anda yang ingin beristirahat dalam nuansa tempo dulu.Selain kedua hotel di atas, kota ini juga mempunyai hotel yang tak kalah bersejarahnya yaitu Hotel Graha Cakra yang berada di Jl. Cerme 16. Hotel berbintang tiga ini dahulu adalah bekas gedung Radio Republik Indonesia (RRI) Malang yang pernah rata dengan tanah karena hancur saat pecah Perang Clash ke-1 pada 1947. Untuk gaya arsitektur dari hotel ini masih menerapkan gaya yang sama dengan Hotel Splendid Inn yaitu gaya Nieuwe Bouwen yang populer pada 1935 karya arsitek Belanda, Ir. MulderGaya Nieuwe Bouwen yang diterapkan dalam dua hotel itu sebenarnya istilah untuk gaya bangunan sesudah tahun 1920-an yang merupakan penganut dari aliran International Style, sebagaimana yang diungkapkan Akihary (1988) dalam bukunya Architectuur en Stedebouw in Indonesie 1870-1940. Gaya arsitektur ini dibarengi oleh pengaruh gaya arsitektur modern yang sedang trend pada masa itu antara lain, Amsterdam School, Bauhaus dan De Stilj yang berkembang di Indonesia karena semakin banyak arsitek Belanda beraliran arsitektur modern berpraktek di Indonesia.



Quote:3. Hotel Oranje


Spoiler for Hotel 3:
http://img845.imageshack.us/img845/7164/hoteloranje.jpg



Quote:Bagaimana dengan di Ibukota sendiri, jelas Jakarta tak mau ketinggalan karena disini ada Hotel Sriwijaya. Letak hotel ini ada di pojokan Jalan Veteran dan Jalan Veteran I, Jakarta Pusat. Dari Stasiun Juanda, hotel ini berada di sisi kanan tak jauh dari Masjid Istiqlal. Tembok hotel ini memanjang hingga ke Jalan Veteran I mendekati kedai es krim Ragusa. Conrad Alexander Willem Cavadino atau CAW Cavadino yang memulai usaha restoran dan kue di tahun 1863. Tempat usaha ini dibangun persis di pojokan Rijswijk (Jalan Veteran) dan Citadelweg (Jalan Veteran I). Di tahun 1872 Restoran Cavadino berubah menjadi Hotel Cavadino sementara usaha ritelnya dilakukan di sebuah tempat usaha bernama Toko Cavadino yang berada di depan bangunan hotel.

Dari sebuah iklan di tahun 1894, Toko Cavadino disebut sebagai toko yang menyediakan permen, cokelat, cerutu Havana, Belanda dan Manila hingga bir, anggur, dan minuman beralkohol lainnya. Bahkan, begitu terkenalnya usaha ini sampai-sampai jembatan di depan hotel ini dinamakan Jembatan Cavadino (Cavadino Bridge). Jembatan itu kini berada di samping Hotel Sriwijaya, sejajar dengan pintu masuk ke hotel tersebut.

Dari foto lama yang terpampang di dalam hotel ini dan juga dari foto koleksi KITLV, Leiden, yang ditampilkan oleh Scott Merrillees dalam buku yang berjudul Batavia in Nineteenth Century Photographs letak bangunan hotel dan toko kue terpisah. Posisi bangunan Hotel Cavadino, yang kini jadi Hotel Sriwijaya, terlihat berada di pojokan jalan yang masih sangat sepi dengan dua jalur trem di depannya. Sedangkan Toko Cavadino kini menjadi restoran dan masih menjadi bagian dari Hotel Sriwijaya.

Usaha toko dan hotel berjalan terus hingga akhir abad-19. Merrillees mencatat, sebenarnya CAW Cavadino tak lagi sebagai warga Batavia sejak tahun 1870 meskipun demikian, usahanya tetap menggunakan nama Cavadino & Co. Hotel Cavadino dan bertahan sampai tahun 1898. Namun sejak 1899 hotel itu berubah nama menjadi Hotel du Lion d’Or. Di tahun 1941 hotel itu sudah berubah nama lagi menjadi Park Hotel. Dan diperkirakan sekitar pertengahan tahun 1950-an nama hotel itu berubah menjadi Hotel Sriwijaya.



Quote:6. Hotel Inna dan Candi Baru


<div class="spoiler">Spoiler for Hotel 6:
<div id="bbcode_spoiler_content" style="margin: 0px; padding: 6px; border: 1px solid #CCC;background: #EEE;color:#000;"><div class="content_spoiler_57105631823c1" id="bbcode_inside_spoiler" style="display: none;background: #EEE;">