KucingPlanet
15th April 2016, 08:38 AM
Penemuan spesies baru di tahun 2012 sangatlah mengesankan, bahkan menjadi sebuah bukti kekayaan hayati bumi yang kita tinggali. Dan merupakan bukti bahwa di dalam ilmu dan pengetahuan selalu dipastikan ada sebuah jawaban bagi keingintahuan manusia akan kekayaan hayati dan sumber daya alam di bumi. Ilmu dan pengetahuan secara lahiriah membimbing para ilmuwan dan peneliti untuk memuaskan rasa keingintahuan mereka dalam mengungkapkan berbagai tabir yang ada di bumi ini. Berikut unikgaul.com merangkum 5 penemuan spesies baru di tahun 2012:
1. Kera Malam Dari Peru
http://4.bp.blogspot.com/-wxHnRUTqGQY/UMlg1gs8MBI/AAAAAAAAZqM/x2CIYeUVtWg/s320/1.jpg
Spoiler for :
Nama spesies serangga yang satu ini untuk sementara masih rumit, dan dihubungkan secara fisik. Seekor laba-laba, bertaring besar dan suka melompat, itulah yang membedakannya dengan spesies laba-laba yang lain. Spesies laba-laba yang satu ini ditemukan pada 2012, di kawasan Taman Nasional Kinabalu, Kalimantan bagian Malaysia. Ia menggunakan gigi taringnya yang besar untuk bertarung ataupun memangsa lawannya. Laba-laba yang juga mampu melompat ini ditemukan di tanah yang gembur, berdasarkan hasil penelitian dari Naturalis Biodiversity Center dari Belanda, selain digunakan untuk bertarung taringnya yang besar itu digunakan untuk proses perkimpoian. Dikabarkan National Geographic, telah ditemukan 10 hingga 15 jenis laba-laba lompat di tahun 2012.
3. Dinasaurus Berkepala Parrot Berbulu Landak
http://4.bp.blogspot.com/-IlSXq1t0o0w/UMlg4j7hiKI/AAAAAAAAZrg/ld9LYov77u4/s320/3.jpg
Spoiler for :
Tidak ada yang mengetahui apa yang ada di benak seekor kera ketika ia tengah atau lebih suka hidup menyendiri, seperti yang dilakukan oleh spesies kera Cercopithecus Lomaniensis. Kera yang baru ditemukan pada 2012 ini hidup di kawasan hutan Republik Demokratik Kongo secara tak sengaja. Ketika itu tahun 2009, sekelompok peneliti dari Amerika Serikat yang dipimpin oleh John Hart (direktur bidang sains untuk Lukuru Wildlife Research Foundation) menjelajahi daratan Kongon untuk melakukan sebuah studi. Mereka kemudian menemukan kera dikenal dengan sebutan Kera Lesula yang dipelihara oleh seorang gadis desa. Kera tersebut dipelihara karena hidup sendiri setelah induknya mati. Kera Lesula memiliki tampilan yang sangat berbeda dengan jenis kera lainnya, hal tersebut disimpulkan setelah dilakukan penelitian pada DNA, kemudian tekstur kulitnya.
5. Tikus Bertelinga Kecil Peru
1. Kera Malam Dari Peru
http://4.bp.blogspot.com/-wxHnRUTqGQY/UMlg1gs8MBI/AAAAAAAAZqM/x2CIYeUVtWg/s320/1.jpg
Spoiler for :
Nama spesies serangga yang satu ini untuk sementara masih rumit, dan dihubungkan secara fisik. Seekor laba-laba, bertaring besar dan suka melompat, itulah yang membedakannya dengan spesies laba-laba yang lain. Spesies laba-laba yang satu ini ditemukan pada 2012, di kawasan Taman Nasional Kinabalu, Kalimantan bagian Malaysia. Ia menggunakan gigi taringnya yang besar untuk bertarung ataupun memangsa lawannya. Laba-laba yang juga mampu melompat ini ditemukan di tanah yang gembur, berdasarkan hasil penelitian dari Naturalis Biodiversity Center dari Belanda, selain digunakan untuk bertarung taringnya yang besar itu digunakan untuk proses perkimpoian. Dikabarkan National Geographic, telah ditemukan 10 hingga 15 jenis laba-laba lompat di tahun 2012.
3. Dinasaurus Berkepala Parrot Berbulu Landak
http://4.bp.blogspot.com/-IlSXq1t0o0w/UMlg4j7hiKI/AAAAAAAAZrg/ld9LYov77u4/s320/3.jpg
Spoiler for :
Tidak ada yang mengetahui apa yang ada di benak seekor kera ketika ia tengah atau lebih suka hidup menyendiri, seperti yang dilakukan oleh spesies kera Cercopithecus Lomaniensis. Kera yang baru ditemukan pada 2012 ini hidup di kawasan hutan Republik Demokratik Kongo secara tak sengaja. Ketika itu tahun 2009, sekelompok peneliti dari Amerika Serikat yang dipimpin oleh John Hart (direktur bidang sains untuk Lukuru Wildlife Research Foundation) menjelajahi daratan Kongon untuk melakukan sebuah studi. Mereka kemudian menemukan kera dikenal dengan sebutan Kera Lesula yang dipelihara oleh seorang gadis desa. Kera tersebut dipelihara karena hidup sendiri setelah induknya mati. Kera Lesula memiliki tampilan yang sangat berbeda dengan jenis kera lainnya, hal tersebut disimpulkan setelah dilakukan penelitian pada DNA, kemudian tekstur kulitnya.
5. Tikus Bertelinga Kecil Peru