Gusnan
4th December 2015, 05:43 PM
http://www.berantai.com/assets/images/news/888/630x363-ibu-kandung-menikahi-anaknya-sendiri.jpg Betty Mbereko
Cinta tak memandang umur, suku, kekayaan, pendidikan, itu semua benar, namun bagaimana jika seorang ibu kandung mencintai anaknya sendiri hingga menikahinya?
Ibu bernama Betty Mbereko ini merawat putranya hingga dewasa dan mapan. Melihat jasanya yang begitu besar pada putranya, maka sang ibu tidak rela jika anak laki-lakinya jatuh cinta pada wanita selain dirinya. Kejadian miris ini terjadi di Zimbabwe. Ibu Betty Mbereko menikah dengan anaknya sendiri dengan alasan atas dasar sama-sama suka. Mereka bermaksud meresmikan hubungannya melalui pernikahan yang sah.
Ibu berumur 40 tahun ini juga tengah hamil besar hasil dari hubungan incest (sedarah) dengan putra kandungnya. Selama 12 tahun Betty telah menjanda, selama itu, ia juga tinggal bersama anaknya, Farai Mbereko (23). Betty bangga karena berhasil merawat Farai sampai dewasa dan menjadi orang sukses. Usai sang suami meninggal, Betty merasa punya hak atas putranya tersebut dan berhak untuk menikahi Farai.
Farai juga siap menikahi ibu kandungnya. Banyak orang tak menyetujui hubungan cinta ibu dan anak ini karena dinilai bertentangan dengan norma dan agama. Saat kepala desa menyodorkan pilihan untuk mereka menikah atau pergi dari desa, keduanya memutuskan pergi meninggalkan desa dan menikah di tempat lain.
Cinta tak memandang umur, suku, kekayaan, pendidikan, itu semua benar, namun bagaimana jika seorang ibu kandung mencintai anaknya sendiri hingga menikahinya?
Ibu bernama Betty Mbereko ini merawat putranya hingga dewasa dan mapan. Melihat jasanya yang begitu besar pada putranya, maka sang ibu tidak rela jika anak laki-lakinya jatuh cinta pada wanita selain dirinya. Kejadian miris ini terjadi di Zimbabwe. Ibu Betty Mbereko menikah dengan anaknya sendiri dengan alasan atas dasar sama-sama suka. Mereka bermaksud meresmikan hubungannya melalui pernikahan yang sah.
Ibu berumur 40 tahun ini juga tengah hamil besar hasil dari hubungan incest (sedarah) dengan putra kandungnya. Selama 12 tahun Betty telah menjanda, selama itu, ia juga tinggal bersama anaknya, Farai Mbereko (23). Betty bangga karena berhasil merawat Farai sampai dewasa dan menjadi orang sukses. Usai sang suami meninggal, Betty merasa punya hak atas putranya tersebut dan berhak untuk menikahi Farai.
Farai juga siap menikahi ibu kandungnya. Banyak orang tak menyetujui hubungan cinta ibu dan anak ini karena dinilai bertentangan dengan norma dan agama. Saat kepala desa menyodorkan pilihan untuk mereka menikah atau pergi dari desa, keduanya memutuskan pergi meninggalkan desa dan menikah di tempat lain.