Gusnan
15th February 2015, 05:35 AM
http://assets.kompas.com/data/photo/2015/01/21/0747305Pemberontak-Syiah-di-Yaman1780x390.jpgAFP Seorang anggota pemberontak Syiah mengarahkan senapan mesinnya ke ibu kota Sanaa dari atas sebuah bukit. Pemberontak dikabarkan telah menguasai istana presiden dan menyerang kediaman resmi Presiden Abdurabuh Mansur Hadi, Selasa (20/1/2015).
Negara-negara kawasan Teluk yang tergabung dalam Dewan Kerjasama Teluk (GCC), Sabtu (14/2/2015), mendesak PBB untuk turun tangan menangani masalah keamanan Yaman yang kian memburuk.
Para menteri luar negeri GCC bahkan mengusulkan jika perlu PBB melakukan intervensi militer di saat semakin banyak negara yang menutup kantor perwakilan di Sanaa, ibu kota Yaman.
"Dewan Keamanan PBB bisa bertindak sesuai dengan bab tujuh dklarasi PBB, yang mengizinkan penggunaan kekuatan militer jika terjadi perusakan perdamaian atau terjadi agresi," demikian para menlu GCC.
Selain itu, GCC juga menyerukan pertemuan darurat Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk membahas masalah keamanan di Yaman.
Di akhir pertemuan di Riyadh, GCC juga menyerukan sebuah langkah internasional untuk menjamin keselamatan Presiden Abdulrabuh Mansour Hadi yang kini menjalani tahanan rumah dan perdana menteri Yaman.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon memperingatkan Yaman sedang menuju ke perpecahan dan mendesak agar Presiden Hadi yang didukung Barat segera memulihkan kekuasaannya.
Seruan yang disampaikan GCC dalam pertemuan daruratnya di Riyadh, Arab Saudi dikeluarkan karena pasukan milisi Syiah yang merebut kekuasaan di Yaman belum lama ini, menembakkan peluru tajam untuk membubarkan unjuk rasa.
Negara-negara kawasan Teluk yang tergabung dalam Dewan Kerjasama Teluk (GCC), Sabtu (14/2/2015), mendesak PBB untuk turun tangan menangani masalah keamanan Yaman yang kian memburuk.
Para menteri luar negeri GCC bahkan mengusulkan jika perlu PBB melakukan intervensi militer di saat semakin banyak negara yang menutup kantor perwakilan di Sanaa, ibu kota Yaman.
"Dewan Keamanan PBB bisa bertindak sesuai dengan bab tujuh dklarasi PBB, yang mengizinkan penggunaan kekuatan militer jika terjadi perusakan perdamaian atau terjadi agresi," demikian para menlu GCC.
Selain itu, GCC juga menyerukan pertemuan darurat Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk membahas masalah keamanan di Yaman.
Di akhir pertemuan di Riyadh, GCC juga menyerukan sebuah langkah internasional untuk menjamin keselamatan Presiden Abdulrabuh Mansour Hadi yang kini menjalani tahanan rumah dan perdana menteri Yaman.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon memperingatkan Yaman sedang menuju ke perpecahan dan mendesak agar Presiden Hadi yang didukung Barat segera memulihkan kekuasaannya.
Seruan yang disampaikan GCC dalam pertemuan daruratnya di Riyadh, Arab Saudi dikeluarkan karena pasukan milisi Syiah yang merebut kekuasaan di Yaman belum lama ini, menembakkan peluru tajam untuk membubarkan unjuk rasa.