dekot
18th July 2013, 07:59 PM
Belanja online ternyata bukan sekedar mengenai kebutuhan, tapi juga masalah perilaku yang berkaitan dengan psikologis seseorang. Seperti yang terjadi di Beijing, China, baru-baru ini.
Hanya karena belanja di online shop, seorang wanita berusia 20 tahun meninggal dunia. Bagaimana bisa?
Online shopping adalah tren belanjanya era digital saat ini. Semakin banyak orang yang menggunakan fasilitas belanja di internet seiring dengan makin majunya teknologi dan jasa pengiriman barang yang membuat konsumen bisa belanja dengan lebih mudah.
Namun, bila tidak dikendalikan, tindakan ini bisa merenggut jiwa Anda. Contohnya adalah Chang Yanan yang baru-baru ini menggegerkan China dengan kematiannya akibat 'ketagihan belanja di online shop'.
Chang adalah mahasiswi tahun ketiga di China University of Geosciences yang ditemukan meninggal pada pukul 4 pagi, tanggal 18 Juni lalu karena melompat dari lantai 13 asramanya. Ia ditemukan oleh petugas dalam keadaan tak bernyawa lagi dan meninggalkan sebuah note penyesalan pada iPodnya.
Chang menyesal dan malu menghadapi keluarganya karena ia telah membohongi mereka selama ini. Dalam 1 tahun ini ia tak membayar uang pendidikan sebagaimana mestinya dan menggunakan uang tersebut untuk belanja online. Dilaporkan dari wantchinatimes bahwa dia menghabiskan sebanyak 30.000 yuan yang setara dengan Rp 48 jutaan.
Berita selengkapnya bisa di baca di http://digitalpromosi.com/news/lifestyle?start=4
Hanya karena belanja di online shop, seorang wanita berusia 20 tahun meninggal dunia. Bagaimana bisa?
Online shopping adalah tren belanjanya era digital saat ini. Semakin banyak orang yang menggunakan fasilitas belanja di internet seiring dengan makin majunya teknologi dan jasa pengiriman barang yang membuat konsumen bisa belanja dengan lebih mudah.
Namun, bila tidak dikendalikan, tindakan ini bisa merenggut jiwa Anda. Contohnya adalah Chang Yanan yang baru-baru ini menggegerkan China dengan kematiannya akibat 'ketagihan belanja di online shop'.
Chang adalah mahasiswi tahun ketiga di China University of Geosciences yang ditemukan meninggal pada pukul 4 pagi, tanggal 18 Juni lalu karena melompat dari lantai 13 asramanya. Ia ditemukan oleh petugas dalam keadaan tak bernyawa lagi dan meninggalkan sebuah note penyesalan pada iPodnya.
Chang menyesal dan malu menghadapi keluarganya karena ia telah membohongi mereka selama ini. Dalam 1 tahun ini ia tak membayar uang pendidikan sebagaimana mestinya dan menggunakan uang tersebut untuk belanja online. Dilaporkan dari wantchinatimes bahwa dia menghabiskan sebanyak 30.000 yuan yang setara dengan Rp 48 jutaan.
Berita selengkapnya bisa di baca di http://digitalpromosi.com/news/lifestyle?start=4