ervin3412
19th April 2013, 09:15 PM
Sepasang muda mudi sedang duduk menikmati udara
malam di bawah sebatang pohon yang rindang pada
sebuah taman di tengah kota. Malam ini adalah malam
pertama mereka melakukan kencan.
" Oh, Ronnie, " rayu si wanita, " Bisepmu besar sekali. "
" Ah, biasa saja, Desi, sahut lelaki yang bernama Ronnie
itu malu-malu.
Ronnie : " Pada pita pengukur, dia hanya dua puluh dua
inci. "
" Wow, " ujar wanita yang bernama Desi itu, " Lalu
bagaimana dengan dadamu ? "
Ronnie : " Terakhir kali saya mengukurnya, pada pita
pengukur dia hanya tujuh belas inci. "
Desi : " Wow, besar sekali ! Lalu bagaimana dengan . . .
. eh . . . dengan . . . . eh . . . eh maksud saya . . . "
Dengan terperanjat Ronnie menyahut : " maksud mu, anu
saya ? Hanya lima inci saja . . . . . "
Desi : " Kau mengukurnya di pita pengukur ? "
Ronnie : " Bukan ! Dia hanya lima inci dari tanah. "
malam di bawah sebatang pohon yang rindang pada
sebuah taman di tengah kota. Malam ini adalah malam
pertama mereka melakukan kencan.
" Oh, Ronnie, " rayu si wanita, " Bisepmu besar sekali. "
" Ah, biasa saja, Desi, sahut lelaki yang bernama Ronnie
itu malu-malu.
Ronnie : " Pada pita pengukur, dia hanya dua puluh dua
inci. "
" Wow, " ujar wanita yang bernama Desi itu, " Lalu
bagaimana dengan dadamu ? "
Ronnie : " Terakhir kali saya mengukurnya, pada pita
pengukur dia hanya tujuh belas inci. "
Desi : " Wow, besar sekali ! Lalu bagaimana dengan . . .
. eh . . . dengan . . . . eh . . . eh maksud saya . . . "
Dengan terperanjat Ronnie menyahut : " maksud mu, anu
saya ? Hanya lima inci saja . . . . . "
Desi : " Kau mengukurnya di pita pengukur ? "
Ronnie : " Bukan ! Dia hanya lima inci dari tanah. "