atheis
31st March 2011, 09:12 AM
http://image.tempointeraktif.com/?id=31220&width=274 (http://image.tempointeraktif.com/?id=31220&width=490)
sxc
TEMPO Interaktif, New York - Ular kobra Mesir yang hilang dari kebun binatang Bronx, New York, Amerika Serikat jadi bahan lelucon. Ular itu muncul di situs mikroblogging Twitter lewat akun bernama @BronxZoosCobra. Pengikutnya saat ini berjumlah 120 ribu.
Akun tersebut aktif berkicau. "On top of the Empire State Buildeing!" atau "Aku ada di atas gedung Empire State," tulis akun @BronxZoosCobra. "All the people look like the liitle mice down there. Delicious little mice." (Orang-orang seperti tikus dari atas sini. Terlihat lezat)
Kebun binatang Bronx, New York heboh Jumat lalu. Gara-garanya, seekor ular kobra Mesir lepas dari kandangnya. Ular yang memiliki racun mematikan itu sampai sekarang belum ditemukan.
Untuk kemanan pengunjung, Kebun Bintang itu memutuskan untuk menutup rumah ular, yang menampung berbagai ular di dunia itu. Kebun Binatang Bronx mengatakan "Reptil House akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut."
Sementara penjaga menjelajahi setiap sudut kandang untuk mencari kobra berbisa, yang masih berusia muda dengan panjang 50 sentimeter.
"Berdasarkan pengetahuan kita tentang sejarah alam dan perilaku ular, kita tahu mereka mencari di ruang tertutup dan tidak nyaman di daerah terbuka. Kami yakin ular itu masih terisolasi di dalam gedung," kata pihak kebun binatang dalam siaran persnya.
Kobra ini banyak ditemukan di Afrika Utara. Racunnya sangat mematikan, bahkan menurut para ahli binatang buas, seekor gajah dewasa bakal tewas dalam waktu tiga jam usai dipatok binatang ini.
Sedangkan manusia hanya sanggup bertahan hidup 15 menit jika kena racunnya. Racun si kobra, jelas ahli ular, dapat merusak sistem saraf dan membuat pernafasan manusia tak berfungsi.
Para ahli percaya, kobra Mesir pada zaman Mesir kuno dikenal sebagai binatang beracun yang sangat mematikan. Dalam legenda Cleopatra, seorang ratu dalam sejarah Mesir kuno menggunakan rarcun ular untuk bunuh diri.
ORANGE | PGR
~ SUMBER ~ (http://www.tempointeraktif.com/hg/oops/2011/03/30/brk,20110330-323984,id.html)
sxc
TEMPO Interaktif, New York - Ular kobra Mesir yang hilang dari kebun binatang Bronx, New York, Amerika Serikat jadi bahan lelucon. Ular itu muncul di situs mikroblogging Twitter lewat akun bernama @BronxZoosCobra. Pengikutnya saat ini berjumlah 120 ribu.
Akun tersebut aktif berkicau. "On top of the Empire State Buildeing!" atau "Aku ada di atas gedung Empire State," tulis akun @BronxZoosCobra. "All the people look like the liitle mice down there. Delicious little mice." (Orang-orang seperti tikus dari atas sini. Terlihat lezat)
Kebun binatang Bronx, New York heboh Jumat lalu. Gara-garanya, seekor ular kobra Mesir lepas dari kandangnya. Ular yang memiliki racun mematikan itu sampai sekarang belum ditemukan.
Untuk kemanan pengunjung, Kebun Bintang itu memutuskan untuk menutup rumah ular, yang menampung berbagai ular di dunia itu. Kebun Binatang Bronx mengatakan "Reptil House akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut."
Sementara penjaga menjelajahi setiap sudut kandang untuk mencari kobra berbisa, yang masih berusia muda dengan panjang 50 sentimeter.
"Berdasarkan pengetahuan kita tentang sejarah alam dan perilaku ular, kita tahu mereka mencari di ruang tertutup dan tidak nyaman di daerah terbuka. Kami yakin ular itu masih terisolasi di dalam gedung," kata pihak kebun binatang dalam siaran persnya.
Kobra ini banyak ditemukan di Afrika Utara. Racunnya sangat mematikan, bahkan menurut para ahli binatang buas, seekor gajah dewasa bakal tewas dalam waktu tiga jam usai dipatok binatang ini.
Sedangkan manusia hanya sanggup bertahan hidup 15 menit jika kena racunnya. Racun si kobra, jelas ahli ular, dapat merusak sistem saraf dan membuat pernafasan manusia tak berfungsi.
Para ahli percaya, kobra Mesir pada zaman Mesir kuno dikenal sebagai binatang beracun yang sangat mematikan. Dalam legenda Cleopatra, seorang ratu dalam sejarah Mesir kuno menggunakan rarcun ular untuk bunuh diri.
ORANGE | PGR
~ SUMBER ~ (http://www.tempointeraktif.com/hg/oops/2011/03/30/brk,20110330-323984,id.html)