atheis
10th February 2011, 05:47 AM
http://www.mediaindonesia.com/mediatravelista/spaw/uploads/images/article/image/2011_02_07_10_29_35_Getuk.jpg
wisatamelayu.co
LAZIMNYA, makanan gethuk yang biasa kita jumpai dikemas dengan plastik atau kertas. Tapi hal itu tidak akan Anda jumpai saat berkunjung ke Kota Kediri yang mempunyai makanan khas gethuk pisang. Gethuk pisang di sana dibungkus daun pisang layaknya lemper atau lontong.
Soal rasa, jangan ditanya! Cita rasanya yang asam manis dan legit dijamin akan membuat lidah Anda ingin kembali mencicipinya. Rasa asam manis yang terasa dari gehtuk pisang berasal dari pisang raja nangka yang merupakan bahan dasarnya.
Keistimewaan pisang raja nangka terletak pada aromanya yang khas dan perpaduan rasa asam dan manis alami meskipun tanpa diberi tambahan gula. Rasa asam manis inilah yang membuat rasa gethuk pisang menjadi berkesan. Pemilihan pisang raja nangka juga karena bentuknya yang bulat panjang dan bisa mencapai ukuran 15 centimeter.
Cara pembuatan gethuk pisang terbilang cukup sedernaha. Pertama pilih pisang raja nangka yang masih setengah matang, kemudian dikupas kulitnya. Setelah itu, pisang dikukus selama beberapa jam hingga warnanya berubah menjadi kemerahan.
Selagi masih panas, pisang yang sudah berubah warna tersebut ditumbuk sampai halus dan dibungkus dengan daun pisang. Dikarenakan gethuk pisang adalah makanan alami, tanpa tambahan zat apapun, termasuk gula dan bahan pengawet, ia hanya bisa bertahan selama dua hari pada suhu kamar atau sekitar empat hari di dalam lemari pendingin.
Mengenai asal-usulnya, keberadaan gethuk pisang belum diketahui secara pasti, namun tradisi pembuatan dan pengolahannya diyakini sudah berlangsung secara turun-temurun dan diwariskan lintas generasi. Konon, gethuk pisang sudah populer sejak zaman Kerajaan Kadiri dan menjadi makanan kesukaan Dewi Sekartaji, putri dari Kerajaan Jenggala (pecahan dari Kerajaan Kadiri).
Untuk mendapatkan gethuk pisang, Anda tidak perlu bersusah payah karena banyak tempat di Kota Kediri menyediakan makanan ini sebagai buah tangan, seperti yang terdapat di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Jalan Pattimura, dan sentra penjualan makanan khas Kota Kediri lainnya.
Selain itu, keberadaan gethuk pisang juga mudah ditemukan di jalan-jalan utama Kota Kediri karena penganan ini sering dijajakan oleh para pedagang asongan maupun di lapak-lapak yang banyak berjajar di tepi jalan raya.
Jajanan tradisional gethuk pisang Kediri ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk ukuran mini, Anda cukup merogoh kocek Rp1500 per buahnya, sementara ukuran sedang hingga jumbo dihargai Rp2500-Rp5000 ( November 2010). (wisatamelayu/*/X-13)
~ SUMBER ~ (http://www.mediaindonesia.com/mediatravelista/index.php/read/2011/02/07/2125/2/Oleh-oleh-Gethuk-Pisang-dari-Kediri)
wisatamelayu.co
LAZIMNYA, makanan gethuk yang biasa kita jumpai dikemas dengan plastik atau kertas. Tapi hal itu tidak akan Anda jumpai saat berkunjung ke Kota Kediri yang mempunyai makanan khas gethuk pisang. Gethuk pisang di sana dibungkus daun pisang layaknya lemper atau lontong.
Soal rasa, jangan ditanya! Cita rasanya yang asam manis dan legit dijamin akan membuat lidah Anda ingin kembali mencicipinya. Rasa asam manis yang terasa dari gehtuk pisang berasal dari pisang raja nangka yang merupakan bahan dasarnya.
Keistimewaan pisang raja nangka terletak pada aromanya yang khas dan perpaduan rasa asam dan manis alami meskipun tanpa diberi tambahan gula. Rasa asam manis inilah yang membuat rasa gethuk pisang menjadi berkesan. Pemilihan pisang raja nangka juga karena bentuknya yang bulat panjang dan bisa mencapai ukuran 15 centimeter.
Cara pembuatan gethuk pisang terbilang cukup sedernaha. Pertama pilih pisang raja nangka yang masih setengah matang, kemudian dikupas kulitnya. Setelah itu, pisang dikukus selama beberapa jam hingga warnanya berubah menjadi kemerahan.
Selagi masih panas, pisang yang sudah berubah warna tersebut ditumbuk sampai halus dan dibungkus dengan daun pisang. Dikarenakan gethuk pisang adalah makanan alami, tanpa tambahan zat apapun, termasuk gula dan bahan pengawet, ia hanya bisa bertahan selama dua hari pada suhu kamar atau sekitar empat hari di dalam lemari pendingin.
Mengenai asal-usulnya, keberadaan gethuk pisang belum diketahui secara pasti, namun tradisi pembuatan dan pengolahannya diyakini sudah berlangsung secara turun-temurun dan diwariskan lintas generasi. Konon, gethuk pisang sudah populer sejak zaman Kerajaan Kadiri dan menjadi makanan kesukaan Dewi Sekartaji, putri dari Kerajaan Jenggala (pecahan dari Kerajaan Kadiri).
Untuk mendapatkan gethuk pisang, Anda tidak perlu bersusah payah karena banyak tempat di Kota Kediri menyediakan makanan ini sebagai buah tangan, seperti yang terdapat di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Jalan Pattimura, dan sentra penjualan makanan khas Kota Kediri lainnya.
Selain itu, keberadaan gethuk pisang juga mudah ditemukan di jalan-jalan utama Kota Kediri karena penganan ini sering dijajakan oleh para pedagang asongan maupun di lapak-lapak yang banyak berjajar di tepi jalan raya.
Jajanan tradisional gethuk pisang Kediri ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk ukuran mini, Anda cukup merogoh kocek Rp1500 per buahnya, sementara ukuran sedang hingga jumbo dihargai Rp2500-Rp5000 ( November 2010). (wisatamelayu/*/X-13)
~ SUMBER ~ (http://www.mediaindonesia.com/mediatravelista/index.php/read/2011/02/07/2125/2/Oleh-oleh-Gethuk-Pisang-dari-Kediri)