atheis
10th February 2011, 04:53 AM
http://www.mediaindonesia.com/mediatravelista/spaw/uploads/images/article/image/2011_01_25_04_24_00_Lingsar.jpg
wisatamelayu.com
PULAU Lombok yang juga mempunyai tradisi Hindu kental seperti Bali mempunyai sebuah pura terbesar dan tertua bernama Pura Lingsar. Jika melancong ke Lombok, cobalah kunjungi pura ini untuk melihat mata air yang diyakini oleh penduduk setempat bisa membawa peruntungan.
Di dalam mata air tersebut, ada ikan julit (ikan yang mirip belut) yang berumur ratusan tahun. Apabila saat Anda datang dan ikan tersebut kebetulan keluar, ini menandakan kebaikan. Karena hal ini pula, para wisatawan biasanya menggunakan berbagai cara agar ikan tersebut bisa keluar, di antaranya memancingnya dengan sebutir telur.
Selain mengunjungi mata air suci, Anda juga bisa mengagumi bangunan pura yang dibangun pada tahun 1714 oleh Raja Anak Agung Ngurah. Bangunan yang dianggap suci ini pernah mengalami renovasi pada beberapa bagiannya pada tahun 1878.
Pura Lingsar juga merupakan simbol kerukunan antar umat beragama karena selain tempat ibadah umat Hindu, pura ini juga dimanfaatkan oleh umat Islam suku Sasak yang beraliran wektu telu.
Dua bangunan yang mencerminkan kerukunan di pura itu adalah Gaduh yang digunakan untuk umat Hindu dan Kemaliq (tempat keramat atau suci) yang biasa digunakan suku Sasak.
Di depan kedua bangunan tersebut terdapat dua rumah tinggal yang dihuni oleh pemangku (pemimpin agama umat Hindu) serta amangku (pemuka adat suku Sasak) yang keduanya dipilih secara turun temurun.
Anda yang tertarik dengan fenomena kerukunan antar umat beragama juga bisa datang pada bulan keenam menurut perhitungan kalender Bali atau bulan ketujuh menurut kalender Sasak (biasanya jatuh pada penghujung akhir bulan November-Desember).
Pada saat itu, suku Sasak yang beragama Islam aliran Wetu Telu bersama umat Hindu biasanya melaksanakan Perang Topat. Perang ini bukan konflik, melainkan ritual bersama sebagai wujud rasa syukur atas karunia Tuhan dan permohonan agar menurunkan hujan bagi masyarakat setempat.
Bila hendak berkunjung, pura ini terletak 9 kilometer di utara kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Akses menuju lokasi bisa dicapai menggunakan kendaraan umum (bemo) dari terminal kota Mataram menuju Kecamatan Narmada.
Dari Kecamatan Narmada, banyak kendaraan umum yang bisa mengantarkan Anda langsung ke lokasi. Tarif bemo berkisar antara Rp2.500-Rp3.000. (wisatamelayu/*/X-13)
~ SUMBER ~ (http://www.mediaindonesia.com/mediatravelista/index.php/read/2011/01/26/2053/2/Ada-Mata-Air-Suci-di-Pura-Lingsar)
wisatamelayu.com
PULAU Lombok yang juga mempunyai tradisi Hindu kental seperti Bali mempunyai sebuah pura terbesar dan tertua bernama Pura Lingsar. Jika melancong ke Lombok, cobalah kunjungi pura ini untuk melihat mata air yang diyakini oleh penduduk setempat bisa membawa peruntungan.
Di dalam mata air tersebut, ada ikan julit (ikan yang mirip belut) yang berumur ratusan tahun. Apabila saat Anda datang dan ikan tersebut kebetulan keluar, ini menandakan kebaikan. Karena hal ini pula, para wisatawan biasanya menggunakan berbagai cara agar ikan tersebut bisa keluar, di antaranya memancingnya dengan sebutir telur.
Selain mengunjungi mata air suci, Anda juga bisa mengagumi bangunan pura yang dibangun pada tahun 1714 oleh Raja Anak Agung Ngurah. Bangunan yang dianggap suci ini pernah mengalami renovasi pada beberapa bagiannya pada tahun 1878.
Pura Lingsar juga merupakan simbol kerukunan antar umat beragama karena selain tempat ibadah umat Hindu, pura ini juga dimanfaatkan oleh umat Islam suku Sasak yang beraliran wektu telu.
Dua bangunan yang mencerminkan kerukunan di pura itu adalah Gaduh yang digunakan untuk umat Hindu dan Kemaliq (tempat keramat atau suci) yang biasa digunakan suku Sasak.
Di depan kedua bangunan tersebut terdapat dua rumah tinggal yang dihuni oleh pemangku (pemimpin agama umat Hindu) serta amangku (pemuka adat suku Sasak) yang keduanya dipilih secara turun temurun.
Anda yang tertarik dengan fenomena kerukunan antar umat beragama juga bisa datang pada bulan keenam menurut perhitungan kalender Bali atau bulan ketujuh menurut kalender Sasak (biasanya jatuh pada penghujung akhir bulan November-Desember).
Pada saat itu, suku Sasak yang beragama Islam aliran Wetu Telu bersama umat Hindu biasanya melaksanakan Perang Topat. Perang ini bukan konflik, melainkan ritual bersama sebagai wujud rasa syukur atas karunia Tuhan dan permohonan agar menurunkan hujan bagi masyarakat setempat.
Bila hendak berkunjung, pura ini terletak 9 kilometer di utara kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Akses menuju lokasi bisa dicapai menggunakan kendaraan umum (bemo) dari terminal kota Mataram menuju Kecamatan Narmada.
Dari Kecamatan Narmada, banyak kendaraan umum yang bisa mengantarkan Anda langsung ke lokasi. Tarif bemo berkisar antara Rp2.500-Rp3.000. (wisatamelayu/*/X-13)
~ SUMBER ~ (http://www.mediaindonesia.com/mediatravelista/index.php/read/2011/01/26/2053/2/Ada-Mata-Air-Suci-di-Pura-Lingsar)