dionless
10th July 2012, 08:17 AM
VIVAnews - Apa sebenarnya yang menyebabkan pesawat Sukhoi Superjet-100 celaka dan hancur berkeping menabrak tebing Gunung Salak, dalam uji coba terbang Rabu 9 Mei 2012, masih menjadi misteri. Hingga kini belum ada kesimpulan yang dikeluarkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Meski demikian, seperti dimuat situs The Voice of Russia, mengutip RIA Novosti, Deputi Menteri Industri dan Perdagangan Rusia, Yuri Slyusar, mengklaim, investigasi kecelakaan menunjukkan pesawat nahas berfungsi normal.
Yuri Slyusar menambahkan, kecelakaan yang menewaskan 45 orang, awak dan penumpang, juga tidak akan mempengaruhi penjualan SSJ-100 di masa depan.
Media Rusia itu juga memuat, Juni lalu sebuah laporan rinci diterbitkan oleh seorang spesialis penerbangan di Indonesia, yang menyatakan, tak ada faktor teknis yang menjadi alasan kecelakaan.
"Salah satu versi yang dimuat dalam surat kabar di Indonesia mengatakan, kecelakaan SSJ-100 mungkin disebabkan oleh kesalahan yang dibuat oleh pengendali lalu lintas udara," demikian dimuat The Voice of Russia, Senin 9 Juli 2012.
Sebelumnya, KNKT memberikan rekomendasi sementara untuk Sukhoi Civil Aircraft sebagai perusahaan pembuat Sukhoi Superjet-100. "Kami rekomendasikan perusahaan itu untuk meninjau ulang prosedur dan persiapan untuk demo terbang," kata Ketua Tim Investigasi KNKT, Mardjono Siswosuwarno saat berbincang dengan VIVAnews, Selasa 26 Juni 2012.
Terutama, jika demo terbang itu dilakukan di luar negeri yang medannya belum dikenal oleh para pilot.
Soal penyebab, Mardjono tak sepakat dengan analisis Rusia, seperti dimuat RIA Novosti, yang menyebut indikasi kuat kecelakaan terjadi akibat kesalahan awal pesawat. Kecelakaan Sukhoi Superjet di Gunung Salak, menurut dia, bisa disebabkan berbagai faktor, tidak harus manusia.
"Penelitiannya belum selesai. Tidak bisa terburu-buru mengambil kesimpulan seperti itu," katanya. "Lagi pula, penelitian ini bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu."
� VIVAnews
http://www.ceriwiss.com/images/mobile.png
Meski demikian, seperti dimuat situs The Voice of Russia, mengutip RIA Novosti, Deputi Menteri Industri dan Perdagangan Rusia, Yuri Slyusar, mengklaim, investigasi kecelakaan menunjukkan pesawat nahas berfungsi normal.
Yuri Slyusar menambahkan, kecelakaan yang menewaskan 45 orang, awak dan penumpang, juga tidak akan mempengaruhi penjualan SSJ-100 di masa depan.
Media Rusia itu juga memuat, Juni lalu sebuah laporan rinci diterbitkan oleh seorang spesialis penerbangan di Indonesia, yang menyatakan, tak ada faktor teknis yang menjadi alasan kecelakaan.
"Salah satu versi yang dimuat dalam surat kabar di Indonesia mengatakan, kecelakaan SSJ-100 mungkin disebabkan oleh kesalahan yang dibuat oleh pengendali lalu lintas udara," demikian dimuat The Voice of Russia, Senin 9 Juli 2012.
Sebelumnya, KNKT memberikan rekomendasi sementara untuk Sukhoi Civil Aircraft sebagai perusahaan pembuat Sukhoi Superjet-100. "Kami rekomendasikan perusahaan itu untuk meninjau ulang prosedur dan persiapan untuk demo terbang," kata Ketua Tim Investigasi KNKT, Mardjono Siswosuwarno saat berbincang dengan VIVAnews, Selasa 26 Juni 2012.
Terutama, jika demo terbang itu dilakukan di luar negeri yang medannya belum dikenal oleh para pilot.
Soal penyebab, Mardjono tak sepakat dengan analisis Rusia, seperti dimuat RIA Novosti, yang menyebut indikasi kuat kecelakaan terjadi akibat kesalahan awal pesawat. Kecelakaan Sukhoi Superjet di Gunung Salak, menurut dia, bisa disebabkan berbagai faktor, tidak harus manusia.
"Penelitiannya belum selesai. Tidak bisa terburu-buru mengambil kesimpulan seperti itu," katanya. "Lagi pula, penelitian ini bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu."
� VIVAnews
http://www.ceriwiss.com/images/mobile.png