Log in

View Full Version : Ahli IT dari India


ekopatrio
8th June 2012, 08:54 PM
Seiring dengan berjalanya globalisasi, maka Indonesia adalah salah satu negara tujuan kerja yang disukai oleh orang India, dan mereka itu yang katanya lebih berkualitas(walau sebagain kecil aja) dari tenaga kerja Indonesia sehingga menjadi pilihan investor untuk menjalankan bisnis di Indonesia.



Dalam kisah ini , adalah seorang programmer IT pengalaman 3 tahun dari sebuah perusahaan raksasa IT India sedang di transfer ke Indonesia dan diangkat sebagai Senior Manager (padahal baru pengalaman 3 tahun), sebut saja nama perusahaan ini adalah Nehi Nehi Cyber Ltd membuka cabang di Indonesia dengan nama Gadho Gadho Indo Sel, pt.



Hari pertama bekerja di Indonesia, si programmer tersebut sangat antusias karena dia menemukan banyak kata-kata yang mirip bahasa Hindi (bahasa resmi India), seperti : Surya, Kstaria, Kursi dan lain sebagainya. Dia juga menemukan makanan seperti soto, kari dan masakan padang yang cocok dengan selera dan lidah di negaranya. Tapi dia sedih, karena banyak kerbau di potong di Indonesia (hehehhehe)



Karena dia di anggap ahli dari luar, maka fasilitas juga lebih mewah. Dapat apartemen, pembantu dan supir pribadi, padahal dilihat dari penampilannya sangat dekil dan di negaranya dia pulang pergi kerja naik bajai yang berisik ( setiap saat klason sana sini, brisik...). Tapi apa boleh buat, investor telah memilih dia.



Tipikal orang india, berikut kejadian yang menunjukan sifat dasarnya.

waktu itu disebauh Alfa mart



Si India : How much this minieral water? ( sambil geleng2 kepala dengan logat Indianya yang lucu)

Si kasir agak kelabakan, tapi dari pelajaran inggris sederhana dia dah tau maksudnya. kemudian dia arahkan barcode mineral water ke infra red.

Cashier : 4000 thousan sir

Bah si India mukanya masam dan matanya agak menciut

Si India : Why so expensive......, sambil liat kamus, dan ketemu kata...mahal... , terus diullang.........kenapa mahal...? (sambil geleng2 lagi)



Si india berusaha menawar dan minta diskon 10%, ( Dasar pelit) tapi gagal dan akhirnya tidak jadi membeli mineral water.



Hari demi hari, Si India makin mengenal Indonesia. Tapi supirnya sering mengeluh atas sifatnya yang pelit, terlalu perhitungan dan suka memaksa. Suaru hari, si India dekil itu pulang larut malam dan sampai apertemennya jam 12 malam, dia memberikan satu pisang ambon ke supirnya sebagai hadiah karena sudah bersedia bekerja larut malam. Sang supir mengamuk, dan tersinggung karena dia merasa tidak pantas dibayar uang capek dengan pisang ambon, sambil berkata " loe kira gue monyet?", loe lebih mirip monyet lah dekil...... Sambil membanting pintu dia akhirnya keluar dan berhenti sebagai supir.



Si India cuek aja. Kejadian itu dia sampaikan ke kantor esok paginya, dan si India dekil mengusulkan ke perusahaan untuk menyetir sendiri tapi sebagai penggantinya gajinya dinaikkan sebesar gaji supirnya terdahulu sebagai pengganti uang capek.



Management : Sebaiknya kamu pakai supir saja, di Indonesia banyak supir.

Si India : tidak lah ( bahasa indonya agak lancar), untuk hemat lah tapi gaji supirnya untuk nambahin gaji saya, tanpa ada lembur sopir, perusahaan lebih hemat.

Management : anda tidak tau jakarta, jalan-jalan nya rumit loh.

Si India : saya rencana beli GPS, di India saya pakai GPS ( heheheh, padahal naik bajay). Tapi maaf, GPS perusahaan yang beli, anggap aja investasi perusahaan ( dasar ngga mau rugi)



Si Management akhrinya mengalah, karena susah berdebat dengan si dekil india, karena banyak aja alasanya.



Usut demi usut, si India akhrinya dapat tunjagan " menyupiri disi sendiri", alias pendapatanya naik. Dan dia senang betul.



Hari itu juga GPS dipasangakan di mobilnya, dan kebuetulan dia pulang larut dari kantor sejitar jam 12 malam ( alasanya sih kerja, tapi siapa tau?). Dia mulailah tekan GPS sana sini untuk menunjukkan arah jalan pulang, heheheh dia berhasil. Karena malam, kenderaan agak sepi. si GPS bilang " turn right", dia belok, kanan. Terus.............keep straight , dia turutin........sambil berkata " See.........easy....." dan dia senang, ternyata gampang. Lalu dia mengebut mobilnya sampai 120 km/jam sambil siul-siul (biasa lah, baru jadi executive muda). Tiba-tiba GPS berkata " Sleeping Police over head". Dia agak bingung, kenapa GPS bilang sleeping police?, ah seperti di India, polisi memang malas-malas (begitu kata isi hatinya)...........Dia kebut lagi sampai 130 km/jam. GPS bilang " warning sleeping police". Si dekil balas dalam hati, ah cuma sleeping police, peduli amat!!!. Tak berapa lama kemudian gubrak.............( esoknya dia ditemukan di rumah sakit).

</div>