sulebieber
8th June 2012, 08:37 PM
Ada cerita seperti ini bos. Satu tujuan saya hanya untuk menghibur dan menambah postingan agan semua. Please cek it out
[/spoiler][spoiler=open this] for cekibrot:
Tukiyem adalah Seorang perempuan muda lugu dgn ragu-ragu masuk ke Wartel 24 jam, sekitar tengah malam. Tukiyem kemudian berbicara dengan Tukimin penjaga wartel.
Tukiyem . : "Pak, saya mau telpon ibu saya di kampung, tapi saya tdk punya uang." :listen music:
Tukimin : "Wah, mana bisa pake telpon tapi tidak bayar." :sorry:
Tukiyem. : "Tapi ini penting sekali." :listen music:
Tukimin : "Ya, itu kan masalah anda pribadi, tetapi kalau telpon di sini ya harus bayar." :ganteng:
Tukiyem. : "Tolonglah pak, ini benar-benar penting .... saya mau melakukan apa saja yg penting saya harus bisa telpon ibu saya di kampung." :mewek:
Tukimin berpikir sebentar dan melihat Tukiyem yg msh muda lugu itu, timbullah pikiran mesumnya.
Tukimin . : "Benar ya, saya bisa bantu mbak untuk telpon ke kampung, tapi mbak harus mau mengikuti kemauan saya!" http://ceri.ws/smilies/request.gif
Tukiyem kemudian dengan ragu menganggukkan kepalanya tanda setuju. :listen music:
Tukimin : "Mbak, ikut saya ke belakang." http://ceri.ws/smilies/request.gif
Sesampainya di belakang.
Tuikimin : "Sekarang mbak harus jongkok." http://ceri.ws/smilies/request.gif
Sambil berdiri dihadapan si Tukiyem, Tukimin kemudian membuka celananya dan mengeluarkan "burung"nya tepat didepan wajah Tukiyem yg dalam posisi jongkok.
Tukimin : "Ayoooo...." (katanya dengan tidak sabar). Tukiyem kemudian dengan ragu dan perlahan menggenggam "burung" nya Tukimin.
Tukimin yg sudah BT (birahi tinggi) dan mulai habis batas kesabarannya.
Tukimin. : "Ayoooo cepat... tunggu apa lagi? Kamu mau telpon tidak? " :shout:
Tukiyem dgn gemetar mendekati "burung" dalam genggamannya ...dan berkata:
"Hallo.... Hallo...., ini ibu ya? :dingin::dingin::dingin:
</div>
[/spoiler][spoiler=open this] for cekibrot:
Tukiyem adalah Seorang perempuan muda lugu dgn ragu-ragu masuk ke Wartel 24 jam, sekitar tengah malam. Tukiyem kemudian berbicara dengan Tukimin penjaga wartel.
Tukiyem . : "Pak, saya mau telpon ibu saya di kampung, tapi saya tdk punya uang." :listen music:
Tukimin : "Wah, mana bisa pake telpon tapi tidak bayar." :sorry:
Tukiyem. : "Tapi ini penting sekali." :listen music:
Tukimin : "Ya, itu kan masalah anda pribadi, tetapi kalau telpon di sini ya harus bayar." :ganteng:
Tukiyem. : "Tolonglah pak, ini benar-benar penting .... saya mau melakukan apa saja yg penting saya harus bisa telpon ibu saya di kampung." :mewek:
Tukimin berpikir sebentar dan melihat Tukiyem yg msh muda lugu itu, timbullah pikiran mesumnya.
Tukimin . : "Benar ya, saya bisa bantu mbak untuk telpon ke kampung, tapi mbak harus mau mengikuti kemauan saya!" http://ceri.ws/smilies/request.gif
Tukiyem kemudian dengan ragu menganggukkan kepalanya tanda setuju. :listen music:
Tukimin : "Mbak, ikut saya ke belakang." http://ceri.ws/smilies/request.gif
Sesampainya di belakang.
Tuikimin : "Sekarang mbak harus jongkok." http://ceri.ws/smilies/request.gif
Sambil berdiri dihadapan si Tukiyem, Tukimin kemudian membuka celananya dan mengeluarkan "burung"nya tepat didepan wajah Tukiyem yg dalam posisi jongkok.
Tukimin : "Ayoooo...." (katanya dengan tidak sabar). Tukiyem kemudian dengan ragu dan perlahan menggenggam "burung" nya Tukimin.
Tukimin yg sudah BT (birahi tinggi) dan mulai habis batas kesabarannya.
Tukimin. : "Ayoooo cepat... tunggu apa lagi? Kamu mau telpon tidak? " :shout:
Tukiyem dgn gemetar mendekati "burung" dalam genggamannya ...dan berkata:
"Hallo.... Hallo...., ini ibu ya? :dingin::dingin::dingin:
</div>