bakwanmalang
27th May 2012, 06:49 PM
[/quote]
http://photoserver.ws/images/Edd54fb4886607bb7.jpeg
[/spoiler] for buka ini dulu gan/sis:
Rules :
No Sara http://ceri.ws/smilies/nosara.gif
No Junker :muntah:
No Flaming :ganteng:
Maho boleh, tpi jgn lirik ke TS :ganteng:
Ts nya bukan maho soalnya
Sry gan klo trnyata trit Pertama saya ini :repost:
Sya hanya ingin share aja ilmu yg ane dpetin :ganteng:
Pertama-tama saya akan menunjukan apa sih Tualang dan Lancong itu ?
Dengan merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (2008), didapatlah data seperti ini
tualang; bertualang: v mengembara kemana-mana (tidak tentu tempat tinggalnya), berkeliaran, bergelandangan: selalu pergi kemana-mana (tidak suka tinggal di rumah); berbuat sesuatu secara nekat
petualang: n orang yang bertualang
lancong; melancong: v berpergian untuk bersenang-senang, bertamasya, pesiar
pelancong: n orang yang pergi melancong, wisatawan, turis
Tualang dan Lancong biasa digunakan dalam praktik berbahasa, baik ragam tulis atau lisan. Namun penggunaan nya sering kacau
Coba perhatikan beberapa contoh kalimat ini :
1. Hafizh suka berpetualang menjelajahi hutan
2. Dedi dan Rizaldy bertualang ke luar negeri untuk menghabiskan jatah liburan akhir semester
3. Bulan lalu, Alif melancong ke jakarta untuk mengadu nasib
4. Daripada bertualang hanya menguras tenaga, waktu, dan emosi, Zihan lebih suka melancong ke pantai
Kalimat ke-1 2 3 hanya berkategori baik. Tiga kalimat tersebut semata-mata komunikatif, tetapi makna kalimat tersebut salah. Kata berpetualang justru tidak gramatikal dan tidak berarti.
Dalam praktik berbahasa Indonesia, kata berpetualang menjadi tidak berterima. Akan tetapi ini fasih / sering digunakan oleh banyak orang. Jadilah hal salah kaprah terhadap arti dan maknanya. Salah kaprah ini marak terjadi dalam tindak tutur dan tulis. Apalagi penggunaanya sering ditukar
Ini adalah perbaikan dari kalimat-kalimat tersebut diatas
1. Hafizh suka bertualang menjelajahi hutan
2. Dedi dan Rizaldy melancong keluar negeri untuk menghabiskan jatah liburan akhir semester
3. Bulan lalu, Alif bertualang ke Jakarta untuk mengadu nasib
Jika dibandingkan kalimat ke-1, ke-2 dan ke-3 , kalimat ke-4 justru menjadi contoh kalimat yang baik dan benar. Kepekaan terhadap analisis kasus berbahasa tersebut merupakan bukti cinta rasa berbahasa. Ada nalar kritis dan peduli yang membanggakan bahwa cakap berbahasa tidak semata-mata hanya Cas Cis Cus saja
[spoiler=open this] for Sumber:
Cover belakang Buku PR bahasa Indonesia kelas IX tahun 2011/2012 (dengan sdikit modifikasi :ganteng:)
[quote]
Nilailah Thread saya sesuka mu:ganteng:
Maaf klo thread ini kurang rapi ato pun kurang bermanfaat bagi agan/sista :ganteng:
Tinggalkan komentar sebelum meninggalkan thread ini :ganteng:
</div>
http://photoserver.ws/images/Edd54fb4886607bb7.jpeg
[/spoiler] for buka ini dulu gan/sis:
Rules :
No Sara http://ceri.ws/smilies/nosara.gif
No Junker :muntah:
No Flaming :ganteng:
Maho boleh, tpi jgn lirik ke TS :ganteng:
Ts nya bukan maho soalnya
Sry gan klo trnyata trit Pertama saya ini :repost:
Sya hanya ingin share aja ilmu yg ane dpetin :ganteng:
Pertama-tama saya akan menunjukan apa sih Tualang dan Lancong itu ?
Dengan merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (2008), didapatlah data seperti ini
tualang; bertualang: v mengembara kemana-mana (tidak tentu tempat tinggalnya), berkeliaran, bergelandangan: selalu pergi kemana-mana (tidak suka tinggal di rumah); berbuat sesuatu secara nekat
petualang: n orang yang bertualang
lancong; melancong: v berpergian untuk bersenang-senang, bertamasya, pesiar
pelancong: n orang yang pergi melancong, wisatawan, turis
Tualang dan Lancong biasa digunakan dalam praktik berbahasa, baik ragam tulis atau lisan. Namun penggunaan nya sering kacau
Coba perhatikan beberapa contoh kalimat ini :
1. Hafizh suka berpetualang menjelajahi hutan
2. Dedi dan Rizaldy bertualang ke luar negeri untuk menghabiskan jatah liburan akhir semester
3. Bulan lalu, Alif melancong ke jakarta untuk mengadu nasib
4. Daripada bertualang hanya menguras tenaga, waktu, dan emosi, Zihan lebih suka melancong ke pantai
Kalimat ke-1 2 3 hanya berkategori baik. Tiga kalimat tersebut semata-mata komunikatif, tetapi makna kalimat tersebut salah. Kata berpetualang justru tidak gramatikal dan tidak berarti.
Dalam praktik berbahasa Indonesia, kata berpetualang menjadi tidak berterima. Akan tetapi ini fasih / sering digunakan oleh banyak orang. Jadilah hal salah kaprah terhadap arti dan maknanya. Salah kaprah ini marak terjadi dalam tindak tutur dan tulis. Apalagi penggunaanya sering ditukar
Ini adalah perbaikan dari kalimat-kalimat tersebut diatas
1. Hafizh suka bertualang menjelajahi hutan
2. Dedi dan Rizaldy melancong keluar negeri untuk menghabiskan jatah liburan akhir semester
3. Bulan lalu, Alif bertualang ke Jakarta untuk mengadu nasib
Jika dibandingkan kalimat ke-1, ke-2 dan ke-3 , kalimat ke-4 justru menjadi contoh kalimat yang baik dan benar. Kepekaan terhadap analisis kasus berbahasa tersebut merupakan bukti cinta rasa berbahasa. Ada nalar kritis dan peduli yang membanggakan bahwa cakap berbahasa tidak semata-mata hanya Cas Cis Cus saja
[spoiler=open this] for Sumber:
Cover belakang Buku PR bahasa Indonesia kelas IX tahun 2011/2012 (dengan sdikit modifikasi :ganteng:)
[quote]
Nilailah Thread saya sesuka mu:ganteng:
Maaf klo thread ini kurang rapi ato pun kurang bermanfaat bagi agan/sista :ganteng:
Tinggalkan komentar sebelum meninggalkan thread ini :ganteng:
</div>